Kendari — Universitas Muhammadiyah Kendari menggelar acara wisuda dan pelepasan mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan pada Senin, 21 April 2026, di Aula Utama Kampus Baruga. Sebanyak 147 mahasiswa dari berbagai program studi resmi meraih gelar akademik mereka, menandai pencapaian penting dalam perjalanan pendidikan di salah satu lembaga pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara ini.
Acara wisuda yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA) ini menampilkan prosesi akademik yang meriah dengan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen pembimbing, keluarga mahasiswa, dan berbagai undangan penting dari institusi pemerintah dan swasta. Suasana meriah tampak dari dekorasi panggung yang menampilkan tema kelautan dengan ornamen terumbu karang dan warna-warna cerah yang mencerminkan kekayaan laut Sulawesi Tenggara.
Dari 147 lulusan tersebut, perinciannya meliputi 89 mahasiswa Program Studi Teknik Perikanan, 38 mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, dan 20 mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan. Mereka telah menyelesaikan seluruh beban akademik dan penelitian skripsi dengan berbagai topik yang relevan dengan isu-isu kelautan kontemporer, mulai dari konservasi sumber daya laut, budidaya perikanan berkelanjutan, hingga teknologi pengolahan hasil laut.
Latar Belakang dan Signifikansi Acara
Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan salah satu unit akademik yang memiliki peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan. Lokasi kampus yang berada di Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, memberikan keuntungan geografis mengingat wilayah ini memiliki potensi kelautan yang sangat besar dengan garis pantai sepanjang lebih dari 2.000 kilometer.
Penyelenggaraan wisuda kali ini menjadi momentum penting bagi universitas untuk menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan berkualitas yang siap berkontribusi pada pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional. Dalam konteks rencana pembangunan jangka menengah nasional, kebutuhan akan sumber daya manusia terampil di bidang kelautan semakin meningkat seiring dengan fokus pemerintah pada ekonomi maritim.
Ketua Panitia Wisuda Fakultas Ilmu Kelautan, Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.Sc., menjelaskan bahwa persiapan acara wisuda ini telah dilakukan selama tiga bulan dengan melibatkan berbagai pihak. “Kami memastikan setiap detail acara terlaksana dengan baik agar memberikan pengalaman berkesan bagi para lulusan dan keluarganya. Wisuda bukan sekadar upacara formal, tetapi juga momentum refleksi dan persiapan memasuki dunia kerja yang lebih luas,” ujar Bambang pada sela-sela acara.
Proses Wisuda dan Penghargaan Akademik
Prosesi wisuda dimulai dengan pemasukan lambang universitas dan fakultas, dilanjutkan dengan pengucapan doa yang dipimpin oleh Dewan Pembina Universitas Muhammadiyah Kendari. Setelah itu, dilakukan penyerahan ijazah secara simbolis kepada para lulusan yang dipandu oleh masing-masing dekan program studi.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah mahasiswa menonjol dengan prestasi akademik luar biasa. Sepuluh mahasiswa berprestasi tertinggi menerima penghargaan khusus dari Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Syamsu Alam, M.Pd. Salah satunya adalah Siti Nurhaliza, lulusan Program Studi Ilmu Kelautan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89, yang meraih penghargaan sebagai lulusan terbaik dengan gelar “Cumlaude dengan Distinsi.”
“Pencapaian Siti dan teman-teman lainnya menunjukkan bahwa dedikasi dan kerja keras dalam menuntut ilmu akan membuahkan hasil. Saya bangga melihat lulusan kami tidak hanya menguasai teori, tetapi juga telah melakukan riset yang bermakna bagi pengembangan sektor kelautan,” kata Prof. Syamsu Alam dalam pidato pembukaan acara wisuda.
Komitmen Universitas terhadap Pembangunan Kelautan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari menegaskan bahwa institusi pendidikan ini memiliki visi jangka panjang untuk menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan kelautan dan perikanan di tingkat regional maupun nasional. Dalam konteks ini, lulusan Fakultas Ilmu Kelautan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset di bidang kelautan. Kami mendorong para lulusan untuk tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja melalui wirausaha yang berbasis pada potensi lokal kelautan dan perikanan,” ungkap Prof. Syamsu Alam lebih lanjut.
Universitas ini telah mengembangkan berbagai kerjasama dengan institusi pemerintah, lembaga riset, dan industri perikanan. Beberapa lulusan sebelumnya telah diterima di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Kendari, serta perusahaan perikanan multinasional.
Kisah Lulusan dan Harapan Masa Depan
Salah satu lulusan yang menarik adalah Muhammad Rizki Pratama, pemilik startup teknologi budidaya ikan yang telah berkembang pesat dalam dua tahun terakhir. Rizki menceritakan bahwa ide bisnisnya dimulai dari penelitian skripsi tentang optimalisasi sistem recirculating aquaculture system (RAS) untuk budidaya udang vaname.
“Selama belajar di Fakultas Ilmu Kelautan, saya tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga kesempatan untuk magang di berbagai fasilitas budidaya perikanan. Pengalaman tersebut membuat saya yakin bahwa teknologi modern bisa membuat perikanan budidaya lebih efisien dan ramah lingkungan. Saya berterima kasih kepada para dosen yang telah membimbing dan mendorong saya untuk mewujudkan ide-ide tersebut,” kata Rizki dengan antusias.
Cerita sukses seperti Rizki menjadi inspirasi bagi mahasiswa angkatan terbaru. Kepala Program Studi Teknik Perikanan, Dr. Ir. Harun Buhari, M.Eng., percaya bahwa lulusan tahun ini akan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi industri kelautan dan perikanan.
“Kurikulum yang kami terapkan dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis maupun soft skill yang baik. Kami juga memberikan pelatihan entrepreneurship agar para mahasiswa tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan inovasi dan peluang bisnis baru,” jelas Harun Buhari.
Peran Keluarga dan Dukungan Institusional
Kehadiran keluarga lulusan dalam acara wisuda mencerminkan dukungan penuh terhadap pencapaian akademik anggota keluarga mereka. Orang tua Siti Nurhaliza, Bapak Dr. H. Nur Hakim, S.E., M.B.A., mengungkapkan kebanggaannya melihat putrinya menyelesaikan pendidikan tinggi dengan prestasi gemilang.
“Kami sangat bangga dengan dedikasi Siti selama menjalani perkuliahan. Dukungan dari dosen-dosen dan sarana pendidikan yang memadai di Universitas Muhammadiyah Kendari sangat membantu. Semoga Siti dan teman-temannya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan negara,” ujar Nur Hakim.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga menyiapkan berbagai program pasca-wisuda, termasuk career coaching, job fair, dan penghubungan dengan industri untuk memfasilitasi penempatan kerja lulusan. Program mentoring dengan alumni yang sukses juga terus dikembangkan sebagai bagian dari investasi universitas terhadap kesuksesan karir lulusan.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Meskipun banyak pencapaian yang telah diraih, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan, Prof. Dr. Ir. Wahyu Pambudi, S.T., M.Sc., mengakui bahwa tantangan masih tetap ada. Salah satunya adalah meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan industri yang terus berkembang, khususnya dalam hal digitalisasi dan teknologi hijau.
“Ke depannya, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri dan lembaga penelitian untuk memastikan bahwa kurikulum kami selalu relevan. Kami juga akan meningkatkan investasi dalam laboratorium dan fasilitas penelitian agar mahasiswa dapat belajar dengan menggunakan teknologi terkini,” kata Prof. Wahyu Pambudi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga memberikan apresiasi atas kontribusi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghasilkan sumber daya manusia terampil. Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Ali Mazi, M.T., yang hadir dalam acara wisuda, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung visi maritim nasional.
“Sulawesi Tenggara sebagai daerah dengan potensi kelautan luar biasa membutuhkan sumber daya manusia yang berkompeten. Kami apresiasi Universitas Muhammadiyah Kendari telah menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi maritim daerah dan nasional,” kata Wakil Gubernur Ali Mazi.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Kelulusan 147 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kelautan diperkirakan akan membawa dampak ekonomi dan sosial yang positif. Lulusan ini diharapkan dapat terserap di berbagai sektor, mulai dari sektor pemerintahan, swasta, hingga menjalankan usaha mandiri di bidang kelautan dan perikanan.
Berdasarkan data dari Alumni Office Universitas Muhammadiyah Kendari, tingkat penempatan kerja lulusan Fakultas Ilmu Kelautan mencapai 87% dalam waktu enam bulan setelah wisuda. Ini menunjukkan bahwa lulusan universitas ini memiliki daya saing yang baik di pasar kerja.
Penutup
Wisuda dan pelepasan 147 mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 21 April 2026 merupakan momen bersejarah yang menandai keberhasilan pendidikan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas. Para lulusan membawa harapan besar untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan dari universitas, keluarga, pemerintah, dan industri, para lulusan diharapkan dapat menjadi pionir dalam inovasi dan pengembangan ekonomi maritim. Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara, terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.
Para lulusan diingatkan bahwa gelar akademik yang mereka peroleh adalah awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan berkembang. Dunia kelautan yang dinamis menuntut profesional yang selalu update dengan perkembangan terbaru dan siap menghadapi tantangan global. Semoga generasi baru lulusan Fakultas Ilmu Kelautan ini dapat membuktikan diri sebagai agen perubahan positif bagi keberlanjutan sumber daya laut Indonesia.