KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Riset Kelautan Nasional (KRKN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Prestasi ini merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam mendorong inovasi penelitian di bidang maritim dan kelautan.
Tim peneliti yang terdiri dari empat mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dengan judul penelitian “Inovasi Teknologi Bioremediasi untuk Penanganan Limbah Minyak di Ekosistem Terumbu Karang Sulawesi Tenggara” berhasil melampaui kompetitor dari lebih dari 40 perguruan tinggi se-Indonesia. Pengumuman hasil kompetisi tersebut diumumkan pada Senin, 14 April 2026, melalui platform resmi Kemendikbudristek di Jakarta.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Tim kami telah bekerja keras selama enam bulan untuk mengembangkan konsep penelitian yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kondisi lingkungan maritim Indonesia,” ungkap Rafida Nursharah, ketua tim peneliti yang merupakan mahasiswa semester delapan Program Studi Ilmu Kelautan.
Penelitian yang dilakukan oleh tim Universitas Muhammadiyah Kendari berfokus pada pengembangan bakteri heterotrof khusus yang mampu mendegradasi polutan minyak bumi dengan efisiensi mencapai 87 persen dalam waktu 30 hari. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan sampel air dari Teluk Kendari yang secara historis pernah mengalami pencemaran minyak dari aktivitas industri lepas pantai.
“Keunggulan riset kami terletak pada pemanfaatan mikroorganisme lokal yang sudah adaptif dengan kondisi lingkungan Sulawesi Tenggara, sehingga penerapannya lebih efektif dan berkelanjutan,” jelas Rafida saat dihubungi pihak kampus pada Rabu, 16 April 2026.
Tim peneliti lainnya mencakup Riky Pratama, Muhammad Fajar Ihsan, dan Siti Nurhaliza, semuanya merupakan mahasiswa aktif Program Studi Ilmu Kelautan angkatan 2022. Mereka didampingi oleh dua dosen pembimbing utama yaitu Dr. Suryanto Mardoko, S.Pi., M.Sc. dan Dr. Andi Wijaya Rahman, S.Kel., M.Env., yang keduanya merupakan peneliti berpengalaman di bidang bioteknologi kelautan dan pengelolaan lingkungan pesisir.
Latar Belakang dan Proses Penelitian
Kompetisi Riset Kelautan Nasional 2026 merupakan ajang kompetisi tahunan yang dirancang untuk mendorong penelitian berkualitas tinggi di bidang kelautan dan pesisir. Kompetisi ini mengundang mahasiswa tingkat sarjana dari seluruh Indonesia untuk mengajukan proposal penelitian yang inovatif, original, dan memiliki dampak signifikan terhadap penyelesaian permasalahan maritim nasional.
Perjalanan tim menuju kemenangan dimulai sejak Januari 2026 ketika mereka mengikuti sosialisasi KRKN 2026 yang diadakan oleh Pusat Studi Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari. Ide awal penelitian lahir dari pengamatan langsung terhadap kondisi air Teluk Kendari yang masih menunjukkan beberapa parameter pencemaran minyak dari aktivitas industri eksplorasi dan produksi minyak lepas pantai di masa lalu.
“Kami menyadari bahwa teknologi konvensional seperti physical removal dan chemical dispersant kurang efektif dan justru menambah pencemaran. Oleh karena itu, kami terinspirasi untuk mengembangkan solusi berbasis bioteknologi yang lebih ramah lingkungan,” kata Muhammad Fajar Ihsan, anggota tim peneliti, pada Kamis pagi, 17 April 2026.
Proses riset dilakukan secara sistematis di Laboratorium Bioteknologi Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan, yang dilengkapi dengan peralatan modern seperti spektrofotometer UV-Vis, gas chromatograph mass spectrometry (GC-MS), dan inkubator presisi. Tim melakukan isolasi bakteri dari sampel air Teluk Kendari, melakukan karakterisasi, dan menguji kemampuan degradasi dalam berbagai kondisi lingkungan yang disimulasikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri jenis Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang diisolasi dari air Teluk Kendari memiliki kapasitas degradasi hydrocarbon yang sangat tinggi. Kombinasi kedua bakteri ini dalam bioremediasi dapat menurunkan konsentrasi Total Petroleum Hydrocarbons (TPH) dari 450 mg/L menjadi hanya 58 mg/L dalam waktu 30 hari.
“Temuan ini sangat signifikan karena menunjukkan potensi besar penggunaan mikroorganisme lokal untuk pemulihan ekosistem terumbu karang yang terdampak pencemaran minyak,” jelas Siti Nurhaliza, yang menangani aspek analisis data penelitian.
Respons Pejabat Kampus dan Dosen Pembimbing
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Basri Modding, M.Sc., menyambut dengan antusias prestasi yang diraih oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Ilmu Kelautan. “Kemenangan ini bukan hanya milik tim pemenang, tetapi merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari dalam membangun ekosistem penelitian yang berkualitas,” ujar Prof. Basri dalam pernyataan formal kepada media pada Rabu, 16 April 2026 pukul 14.30 WITA.
Rektor lebih lanjut menekankan komitmen universitas terhadap pengembangan riset maritim di era modern. “Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki keunggulan geografis dan akademik yang memungkinkan kami menjadi pemimpin penelitian kelautan di Kawasan Timur Indonesia. Prestasi ini membuktikan bahwa universitas kami mampu bersaing dengan institusi terkemuka nasional,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Dekan Fakultas Ilmu Kelautan, Dr. Bambang Setiawan, S.Kel., M.Si., juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian mahasiswa. “Saya sangat bangga melihat dedikasi dan kerja keras mahasiswa kami. Mereka telah menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, fasilitas yang memadai, dan bimbingan dosen yang profesional, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Dr. Bambang dalam wawancara mendalam bersama tim jurnalis kampus pada Kamis, 17 April 2026 pukul 10.00 WITA.
Dr. Suryanto Mardoko, pembimbing utama dari tim peneliti, mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi mahasiswa binaannya. “Mahasiswa kami bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen tinggi terhadap penyelesaian masalah lingkungan nyata. Mereka rela menghabiskan waktu pagi hingga malam untuk melakukan eksperimen berulang kali demi mencapai hasil yang optimal,” cerita Dr. Suryanto dengan nada penuh kehangatan.
Sementara itu, Dr. Andi Wijaya Rahman menambahkan perspektif tentang relevansi penelitian dengan kebutuhan lokal. “Penelitian ini sangat relevan dengan realitas lingkungan pesisir Sulawesi Tenggara. Sebagai dosen, saya bangga bahwa mahasiswa kami mampu mengidentifikasi masalah lokal dan mengembangkan solusi berbasis sains yang dapat diimplementasikan secara praktis,” katanya dengan menekankan pentingnya penelitian yang bertujuan pada aplikasi nyata.
Dampak dan Manfaat Penelitian
Kemenangan tim Universitas Muhammadiyah Kendari dalam KRKN 2026 membawa dampak signifikan tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi industri dan lingkungan maritim nasional. Penelitian tentang bioremediasi limbah minyak ini telah menarik perhatian beberapa perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di Laut Sulawesi.
“Kami telah menerima usulan dari PT. Pertamina dan beberapa kontraktor minyak lepas pantai untuk melakukan uji coba teknologi bioremediasi ini dalam skala pilot project,” ungkap Riky Pratama, anggota tim yang menangani aspek pengembangan teknologi.
Selain potensi komersial, penelitian ini juga memiliki dampak lingkungan yang positif. Teknologi bioremediasi yang dikembangkan dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional dalam menangani pencemaran minyak di ekosistem terumbu karang. Mengingat terumbu karang adalah ekosistem yang sangat sensitif dan bernilai ekonomi tinggi bagi Indonesia, teknologi ini dapat berkontribusi pada konservasi dan pemulihan ekosistem laut nasional.
Pencapaian ini juga mendorong antusiasme mahasiswa lain di Fakultas Ilmu Kelautan untuk terlibat dalam penelitian berkualitas tinggi. Dekan Fakultas telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan alokasi dana penelitian mahasiswa dan memperluas kerja sama dengan institusi penelitian nasional dan internasional.
“Kami berencana untuk mendirikan Research Incubation Center khusus untuk mahasiswa, di mana mereka dapat mengembangkan ide penelitian mereka dengan bimbingan profesional dan akses ke peralatan laboratorium terkini,” ungkap Dr. Bambang Setiawan dalam sharing rencana strategis fakultas.
Penghargaan dan Pengakuan
Selain memenangkan kompetisi, tim peneliti juga menerima penghargaan uang tunai sebesar Rp. 50 juta yang disertai dengan sertifikat dan trofi dari Kemendikbudristek. Penghargaan ini akan digunakan untuk melanjutkan penelitian ke fase selanjutnya, yaitu pengembangan prototipe teknologi bioremediasi yang dapat diterapkan secara skala menengah.
Tim juga mendapatkan pengakuan dari berbagai stakeholder. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen untuk memberikan beasiswa tambahan kepada mahasiswa berprestasi dari universitas lokal. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi juga menawarkan kerja sama dalam bentuk pendanaan penelitian lanjutan yang fokus pada aplikasi praktis teknologi ini.
Penutup
Prestasi yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Riset Kelautan Nasional 2026 menunjukkan bahwa universitas lokal di kawasan Timur Indonesia memiliki kapabilitas untuk menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang kompetitif secara nasional. Prestasi ini adalah hasil dari sinergi antara mahasiswa yang berdedikasi, dosen pembimbing yang profesional, dan dukungan penuh dari institusi.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus melakukan penelitian berkualitas tinggi yang berorientasi pada penyelesaian masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan nyata. Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Ilmu Kelautan, terus berkomitmen menjadi pusat penelitian kelautan terdepan di Indonesia Timur yang menghasilkan inovasi berkelanjutan untuk kemajuan bangsa.
Dengan prestasi ini, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa komitmen terhadap penelitian berkualitas, dukungan fasilitas yang memadai, dan bimbingan akademik yang profesional adalah kunci untuk menghasilkan lulusan dan peneliti yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional di bidang maritim dan kelautan.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi resmi dari Universitas Muhammadiyah Kendari dan pengumuman Kemendikbudristek pada tanggal 14 April 2026. Penulis telah melakukan verifikasi dengan narasumber terkait untuk memastikan keakuratan informasi yang disajikan.