Kendari – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya dari kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan. Tiga mahasiswa berprestasi dari kampus ini berhasil meraih medali emas dan perak pada ajang International Maritime Science and Technology Competition 2026 yang diselenggarakan di Singapura pada 5-9 April 2026. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas di bidang kelautan dan maritim.
Delegasi Universitas Muhammadiyah Kendari yang terdiri dari tiga mahasiswa, yakni Raditya Yusuf (Prodi Teknologi Perikanan, angkatan 2023), Siti Nurhaliza Putri (Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan, angkatan 2023), dan Muhammad Rizki Pratama (Prodi Ilmu Kelautan, angkatan 2022), berhasil memenangkan kompetisi bergengsi tingkat internasional tersebut. Raditya dan Siti meraih medali emas dalam kategori penelitian “Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan dalam Industri Perikanan Berkelanjutan”, sementara Rizki meraih medali perak dalam kategori “Desain Sistem Monitoring Terumbu Karang Berbasis Internet of Things (IoT)”.
Perjalanan ketiga mahasiswa menuju podium tertinggi internasional tidaklah singkat. Selama sembilan bulan terakhir, mereka telah melalui serangkaian tahapan ketat, mulai dari kompetisi tingkat nasional pada Januari 2026, lolos seleksi internasional pada Februari, hingga akhirnya berkompetisi bersama peserta dari 23 negara di Singapura. Total peserta yang hadir dalam kompetisi ini mencapai lebih dari 150 tim dari berbagai universitas ternama di seluruh dunia.
Latar Belakang Prestasi yang Mengesankan
Pencapaian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini bukan datang begitu saja. Beberapa bulan sebelum kompetisi internasional, ketiga mahasiswa ini telah melewati persiapan intensif dengan membentuk tim riset khusus yang difasilitasi oleh Fakultas Ilmu Kelautan. Tim mereka bekerja sama dengan dosen pembimbing, Prof. Dr. Ir. Sulardi, M.Sc. dan Dr. Hendra Wijayanto, S.Pi., M.Kel., yang merupakan akademisi berpengalaman di bidang kelautan dan sumber daya perairan.
Raditya Yusuf menjelaskan bahwa ide penelitian mereka lahir dari observasi langsung terhadap permasalahan industri perikanan di Sulawesi Tenggara. “Kami sering melihat praktik penangkapan ikan yang masih menggunakan metode tradisional dan kurang ramah lingkungan. Dari situlah muncul motivasi kami untuk mengembangkan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi penangkapan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” ujar Raditya saat diwawancarai di kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Selasa (11 April 2026).
Sementara itu, Muhammad Rizki Pratama menambahkan bahwa penelitiannya tentang sistem monitoring terumbu karang berbasis IoT terinspirasi dari kekhawatiran terhadap degradasi terumbu karang di kawasan Sulawesi Tenggara. “Terumbu karang adalah aset berharga yang mendukung ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan lokal. Dengan teknologi IoT, kita dapat memantau kesehatan terumbu karang secara real-time dan memberikan peringatan dini jika terjadi perubahan kondisi lingkungan yang tidak normal,” jelasnya.
Momentum Kompetisi Internasional
Kompetisi International Maritime Science and Technology Competition 2026 merupakan event tahunan yang diakui secara internasional sebagai salah satu platform tertinggi bagi peneliti dan mahasiswa muda untuk mempresentasikan inovasi dan penelitian mereka di bidang maritim. Event ini diselenggarakan oleh International Maritime Organization (IMO) bekerja sama dengan Maritime and Port Authority of Singapore (MPA) dan berbagai institusi pendidikan maritim terkemuka.
Dalam kompetisi ini, peserta tidak hanya dinilai dari segi kualitas penelitian dan inovasi teknologi, tetapi juga dari presentasi, cara komunikasi, dan respons terhadap pertanyaan dari panel juri internasional yang terdiri dari akademisi, peneliti, dan praktisi industri maritim dari berbagai negara. Standar penilaian yang ketat ini membuat pencapaian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari semakin istimewa.
“Ketika hasil pengumuman pemenang diumumkan dan nama universitas kami disebut, kami hampir tidak percaya dengan apa yang kami dengar. Semua persiapan, kerja keras, dan dedikasi akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan,” ungkap Siti Nurhaliza Putri dengan mata berbinar-binar penuh kebanggaan.
Respons dan Apresiasi Pimpinan Kampus
Setelah menerima informasi pencapaian mahasiswanya, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Bustamin Rahman, M.Si., memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap prestasi ini. Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan pada Senin (10 April 2026), Rektor Bustamin menekankan bahwa pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi mahasiswa dan keluarga mereka, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari dan masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Pencapaian ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya berkomitmen dalam pendidikan lokal, tetapi juga dalam menghasilkan inovasi dan penelitian yang dapat berkompetisi di tingkat internasional. Saya sangat bangga dengan prestasi ketiga mahasiswa kami, dan saya yakin ini adalah awal dari banyak prestasi gemilang yang akan datang,” ungkap Rektor Bustamin dalam sebuah wawancara eksklusif.
Dekan Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Ir. Hamzah Latief, M.T., juga menyampaikan kebanggaannya yang mendalam. Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil dari sinergi yang baik antara mahasiswa, dosen, dan dukungan fasilitas kampus yang memadai. “Kami di Fakultas Ilmu Kelautan memiliki misi untuk mengembangkan penelitian dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri maritim dan pelestarian lingkungan laut. Prestasi ini adalah bukti bahwa misi kami mulai terwujud dengan baik,” jelas Hamzah Latief.
Selain itu, Prof. Dr. Sulardi selaku dosen pembimbing juga mengungkapkan rasa bangganya yang mendalam. “Ketiga mahasiswa ini menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam proses penelitian. Mereka tidak hanya ahli dalam bidang ilmu kelautan, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan. Inilah yang seharusnya menjadi karakter lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari,” ujar Prof. Sulardi.
Dampak dan Implikasi Jangka Panjang
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang, baik bagi institusi pendidikan maupun bagi pengembangan sektor maritim di Sulawesi Tenggara. Pertama, prestasi ini dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang serius dalam mengembangkan riset dan inovasi di bidang kelautan.
Kedua, pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan inovasi yang bernilai tambah tinggi. Dengan melihat teladan teman-temannya meraih prestasi internasional, mahasiswa lain akan termotivasi untuk mengikuti jejak mereka.
Ketiga, penelitian-penelitian yang telah dikembangkan oleh ketiga mahasiswa ini memiliki potensi praktis yang dapat diterapkan dalam industri perikanan dan konservasi laut di Sulawesi Tenggara. Teknologi yang mereka kembangkan dapat membantu nelayan lokal meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut.
Keempat, pencapaian ini dapat membuka peluang kerjasama internasional lebih luas bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dengan institusi pendidikan dan lembaga penelitian di berbagai negara. Kerjasama ini akan membuka akses terhadap sumber daya, pengetahuan, dan teknologi terkini di bidang kelautan dan maritim.
Rencana Pengembangan ke Depan
Mengikuti kesuksesan ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah merencanakan beberapa langkah strategis untuk melanjutkan momentum positif ini. Dekan Hamzah Latief mengungkapkan bahwa Fakultas Ilmu Kelautan akan memperbesar alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan penelitian dan inovasi mahasiswa. Selain itu, kampus juga akan membuka program akselerator inovasi maritim yang dirancang khusus untuk mendampingi mahasiswa yang memiliki ide-ide cemerlang di bidang kelautan.
“Kami juga sedang mempersiapkan proposal untuk menjalin kerjasama dengan beberapa universitas terkemuka di Asia Tenggara, khususnya dalam bidang riset terumbu karang dan teknologi perikanan berkelanjutan. Kami percaya bahwa dengan kerjasama ini, mahasiswa kami dapat memiliki exposure internasional yang lebih luas dan akses terhadap fasilitas riset yang lebih modern,” tambah Hamzah Latief.
Sementara itu, ketiga mahasiswa berprestasi ini juga memiliki rencana melanjutkan penelitian mereka ke tahap yang lebih lanjut. Raditya dan Siti berencana untuk melakukan uji coba prototipe teknologi mereka pada skala yang lebih besar, dengan melibatkan nelayan lokal di Sulawesi Tenggara. Sementara Rizki akan fokus pada pengembangan sistem monitoring terumbu karang yang lebih canggih dan dapat diakses oleh komunitas pemangku kepentingan laut lokal.
Penutup
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam International Maritime Science and Technology Competition 2026 bukan sekadar pencapaian individual, tetapi juga menjadi momentum penting bagi kemajuan institusi pendidikan dan sektor maritim di Sulawesi Tenggara. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan komitmen, dedikasi, dan dukungan yang tepat, mahasiswa dari universitas yang berlokasi di daerah dapat bersaing dan mengungguli pesaing dari universitas-universitas terkemuka di tingkat internasional.
Kendari, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi maritim yang luar biasa, kini memiliki alasan lebih untuk bangga dengan mahasiswa-mahasiswa berkualitas yang dilahirkan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Sulawesi Tenggara untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa, khususnya dalam pelestarian dan pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan.
Rektor Bustamin Rahman menutup pernyataannya dengan optimisme yang tinggi, “Kami yakin bahwa ini hanyalah awal dari banyak prestasi yang akan datang. Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus berupaya menghasilkan lulusan dan peneliti yang tidak hanya kompeten di tingkat nasional, tetapi juga dapat bersaing dan berkontribusi di tingkat global.”
[SELESAI – 1.847 kata]