Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) terus melakukan terobosan dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan melakukan pembangunan dan renovasi fasilitas infrastruktur yang komprehensif. Khususnya Fakultas Ilmu Kelautan, yang merupakan salah satu program studi unggulan di institusi ini, menjadi fokus utama dalam proyek pengembangan kampus tahun 2026 ini.
Pembangunan fasilitas tersebut merupakan komitmen serius Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendukung pembelajaran berkualitas tinggi. Proyek infrastruktur yang dimulai pada Maret 2025 dan terus berlanjut hingga saat ini mencakup berbagai aspek, mulai dari laboratorium penelitian laut, gedung kuliah berstandar internasional, hingga pusat layanan informasi digital yang canggih.
Sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, Unmuh Kendari memahami bahwa investasi dalam infrastruktur pendidikan adalah investasi untuk masa depan bangsa. Terlebih lagi, mengingat letak geografis Kendari yang strategis sebagai kota pinggiran laut, keberadaan Fakultas Ilmu Kelautan yang modern dan lengkap menjadi sangat vital untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kelautan.
Pembangunan Laboratorium Oseanografi Terpadu
Salah satu proyek pembangunan terbesar yang sedang dilakukan adalah konstruksi Laboratorium Oseanografi Terpadu seluas 1.200 meter persegi. Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan-peralatan canggih untuk penelitian laut, termasuk sistem analisis air laut otomatis, spektrofotometer UV-Vis generasi terbaru, serta ruang isolasi untuk penelitian biologi laut.
Dr. Muh. Arief Hidayat, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan Unmuh Kendari, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pembangunan fasilitas ini. “Laboratorium Oseanografi Terpadu ini dirancang dengan standar internasional dan akan menjadi yang terbesar di kawasan Sulawesi Tenggara. Kami berkomitmen untuk memberikan mahasiswa kesempatan melakukan penelitian dengan peralatan setara universitas top dunia,” ujarnya dalam kunjungan ke lokasi pembangunan pada Minggu, 6 April 2026.
Lebih lanjut, Dr. Arief menjelaskan bahwa laboratorium ini akan menjadi pusat penelitian kolaboratif yang terbuka untuk institusi pendidikan dan lembaga penelitian lainnya. “Dengan fasilitas seperti ini, kami juga berharap dapat menarik peneliti dari berbagai universitas untuk melakukan riset bersama. Ini bukan hanya tentang meningkatkan kualitas pendidikan mahasiswa kami, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan kelautan di Indonesia,” tambahnya.
Investasi untuk laboratorium ini mencapai 3,5 miliar rupiah, yang berasal dari anggaran pengembangan infrastruktur universitas dan dukungan dari donatur tetap. Pembangunan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun 2026, dan akan dimulai dengan fase soft opening untuk kegiatan persiapan akademik.
Gedung Kuliah Bertaraf Internasional dan Ruang Belajar Modern
Selain laboratorium, Unmuh Kendari juga sedang membangun Gedung Kuliah Blok D yang dirancang khusus untuk program studi Fakultas Ilmu Kelautan. Gedung seluas 2.500 meter persegi ini akan memiliki 12 ruang kelas dengan kapasitas bervariasi dari 40 hingga 100 mahasiswa, dilengkapi sistem audio-visual interaktif dan teknologi pembelajaran hybrid.
“Kami memahami bahwa pembelajaran modern tidak lagi hanya tatap muka tradisional,” jelas Prof. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Unmuh Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada 8 April 2026. “Gedung Kuliah Blok D akan dilengkapi dengan infrastruktur digital yang memungkinkan mahasiswa belajar secara fleksibel, baik dalam kelas maupun melalui platform pembelajaran jarak jauh. Ini adalah respons kami terhadap dinamika pendidikan global pasca-pandemi.”
Selain ruang kelas, gedung ini juga akan memiliki fasilitas penunjang meliputi ruang diskusi kelompok berjumlah 20 unit, perpustakaan mini khusus, ruang konsultasi akademik, dan ruang tunggu yang nyaman untuk mahasiswa. Setiap ruang kelas dirancang dengan prinsip ergonomi dan sustainability, menggunakan material ramah lingkungan serta sistem pendingin hemat energi.
Anggaran untuk pembangunan Gedung Kuliah Blok D mencapai 5,2 miliar rupiah. Pembangunan dimulai sejak Januari 2025 dan diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026. Desain arsitektur gedung ini memenangkan penghargaan dari Asosiasi Arsitek Indonesia untuk kategori desain kampus berkelanjutan.
Pusat Layanan Informasi dan Digital Learning Hub
Tidak hanya fasilitas fisik, Unmuh Kendari juga berinvestasi dalam infrastruktur digital. Universitas sedang membangun Digital Learning Hub, sebuah pusat integrated yang menggabungkan perpustakaan digital, server hosting, studio produksi konten pendidikan, dan ruang kerja kolaboratif untuk mahasiswa dan dosen.
Pusat ini akan dilengkapi dengan 100 unit komputer workstation, 50 unit laptop untuk mahasiswa yang membutuhkan, server cloud dengan kapasitas penyimpanan data sebesar 50 terabyte, serta studio recording profesional untuk produksi kursus online open (MOOC).
“Digital Learning Hub ini adalah wujud komitmen kami untuk transformasi digital di bidang pendidikan,” kata Ir. Hasyim Madjid, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, dalam wawancara eksklusif pada 7 April 2026. “Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan akan dapat mengakses database penelitian laut internasional, melakukan simulasi fenomena oseanografi, dan mengembangkan proyek mereka dengan dukungan teknologi terkini. Ini akan meningkatkan daya saing lulusan kami di pasar kerja global.”
Investasi untuk Digital Learning Hub mencapai 2,8 miliar rupiah dan diperkirakan akan beroperasi penuh pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Pusat ini juga akan membuka akses umum untuk masyarakat Kendari dalam rangka program tanggung jawab sosial universitas.
Renovasi Fasilitas Penunjang dan Infrastruktur Umum
Pembangunan infrastruktur di Fakultas Ilmu Kelautan juga mencakup renovasi dan pengembangan fasilitas penunjang. Area outdoor kampus akan dilengkapi dengan garden for research containing berbagai tanaman mangrove dan organisme laut dalam tank-tank penelitian terbuka. Ini akan menjadi laboratorium hidup yang edukatif bagi mahasiswa.
Selain itu, universitas juga membangun amphitheater outdoor dengan kapasitas 500 orang untuk kegiatan seminar, diskusi ilmiah, dan acara-acara kemahasiswaan. Amphitheater ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi iklim tropis Kendari, dengan sistem peneduh yang dapat disesuaikan dan sistem drainase yang baik.
Area parkir juga diperbarui dan diperluas menjadi 400 tempat parkir berstandar internasional, termasuk area khusus untuk kendaraan ramah lingkungan (kendaraan listrik). Universitas juga menyiapkan charging station untuk kendaraan listrik sebagai bagian dari inisiatif kampus hijau.
Dampak Pembangunan bagi Mahasiswa dan Akademik
Direktur Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan Unmuh Kendari, Dr. Siti Nurhaliza, S.Pi., M.Sc., melihat pembangunan ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Dengan fasilitas lengkap ini, mahasiswa kami tidak perlu lagi bergantung pada institusi eksternal untuk penelitian lapangan. Semua dapat dilakukan di dalam kampus dengan standar kualitas yang tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, “Investasi ini juga akan meningkatkan produktivitas penelitian dosen. Kami sudah merencanakan beberapa proyek penelitian kolaboratif dengan universitas internasional yang akan memanfaatkan fasilitas baru ini. Mahasiswa kami akan memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam penelitian internasional sejak masih di bangku kuliah.”
Dampak positif juga dirasakan oleh para mahasiswa. Mahasiswa semester enam Prodi Biologi Kelautan, Muh. Rifqi Pratama, mengungkapkan antusiasmenya. “Selama ini, kami merasa laboratorium yang ada masih terbatas untuk mendukung penelitian yang lebih mendalam. Dengan laboratorium oseanografi baru yang akan beroperasi, saya yakin kualitas riset skripsi kami akan jauh lebih baik. Saya sudah mempersiapkan proposal penelitian tentang efek perubahan pH laut terhadap terumbu karang, yang tentu membutuhkan peralatan presisi tinggi,” ujarnya saat ditemui di kampus pada 6 April 2026.
Strategi Pendanaan dan Kolaborasi
Pembiayaan proyek infrastruktur Unmuh Kendari didukung dari berbagai sumber, termasuk dana operasional universitas, kontribusi alumni, kerjasama dengan pemerintah lokal, serta dukungan dari sektor industri kelautan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pendidikan Tinggi memberikan dukungan sebesar 1 miliar rupiah sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Unmuh Kendari dalam mengembangkan sumber daya manusia lokal.
“Kemitraan dengan industri kelautan juga sangat membantu. Beberapa perusahaan perikanan dan migas di kawasan Kendari melihat investasi Unmuh Kendari ini sebagai investasi mereka juga, karena lulusan berkualitas akan tersedia bagi industri,” jelas Prof. Dr. Bambang Sutrisno.
Universitas juga sedang membangun partnerships dengan universitas top dunia di bidang kelautan, seperti University of Tasmania, Institut Teknologi Denmark (DTU), dan University of British Columbia. Kolaborasi ini tidak hanya mendukung pengembangan kurikulum, tetapi juga akses ke jaringan penelitian global dan funding opportunities.
Penutup
Pembangunan fasilitas dan infrastruktur di Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya di Fakultas Ilmu Kelautan, merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pembelajaran berkualitas tinggi dan penelitian yang produktif. Investasi sebesar lebih dari 12 miliar rupiah untuk berbagai proyek infrastruktur ini bukan hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga akan memperkuat posisi Unmuh Kendari sebagai universitas unggulan di Sulawesi Tenggara.
Dengan fasilitas-fasilitas berstandar internasional yang sedang dibangun, mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan akan memiliki kesempatan yang sama dengan mahasiswa di universitas top dunia untuk melakukan penelitian dan pembelajaran berkelanjutan. Ini akan berdampak signifikan pada peningkatan daya saing sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang kelautan yang sangat strategis bagi negeri maritim seperti Indonesia.
Rencana pembangunan yang matang dan implementasi yang terukur menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan kuantitatif, tetapi juga komitmen pada kualitas pendidikan yang berkelanjutan. Sebagaimana dinyatakan Prof. Bambang Sutrisno, “Pembangunan infrastruktur ini adalah investasi untuk generasi mendatang. Kami percaya bahwa dengan fasilitas yang baik, kami dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan global, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan kelautan Indonesia.”
Diharapkan semua proyek pembangunan ini dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Kendari dan sekitarnya. (Dimas Hutama/Jurnalis Kampus)
—
Artikel ini ditulis berdasarkan kunjungan ke lokasi proyek, observasi lapangan, dan wawancara dengan pejabat terkait Universitas Muhammadiyah Kendari pada 6-9 April 2026.