Kendari – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan masyarakat luas tentang pentingnya konservasi laut, Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Strategi Konservasi Ekosistem Laut dan Pembangunan Berkelanjutan di Era Modern” pada hari Senin, 7 April 2026. Acara yang dihadiri oleh lebih dari 800 peserta ini menampilkan berbagai pakar kelautan, praktisi industri maritim, dan para mahasiswa dari berbagai universitas di kawasan Asia Tenggara.
Latar Belakang dan Urgensi Seminar
Penyelenggaraan seminar internasional kali ini didasarkan atas kesadaran mendalam tentang kondisi ekosistem laut Indonesia yang semakin kritis. Sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian sumber daya laut. Khusus di Sulawesi Tenggara, wilayah Kendari menjadi salah satu hotspot biodiversity laut yang perlu mendapat perhatian khusus.
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Ilmu Kelautan yang telah berdiri sejak 2015, telah konsisten berkontribusi dalam penelitian dan pendidikan tinggi bidang kelautan. Dengan lokasi yang strategis di tepi Teluk Kendari, fakultas ini memiliki keunggulan kompetitif dalam mengembangkan riset kelautan berkualitas tinggi. Seminar internasional ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan best practice dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
Rangkaian Acara dan Pembicara Utama
Seminar internasional yang berlangsung sepanjang hari ini dimulai pukul 08.00 pagi dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Suryadi, M.Sc., diikuti dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Kelautan, Dr. Andi Hasanuddin, S.Pi., M.Si. Acara berlanjut dengan sesi plenari yang menghadirkan pembicara-pembicara utama dari berbagai institusi ternama.
Pembicara pertama adalah Dr. Ir. Bambang Setiawan, M.Eng. dari Institut Teknologi Bandung (ITB), yang membahas tentang “Teknologi Monitoring Ekosistem Terumbu Karang Menggunakan Artificial Intelligence dan Drone Laut.” Beliau merupakan peneliti yang telah menerbitkan lebih dari 40 artikel ilmiah internasional dan menjadi konsultan bagi berbagai proyek konservasi laut di Asia Tenggara.
Pembicara kedua adalah Prof. Dr. Siti Nurhaliza dari Universitas Indonesia, seorang ahli dalam bidang social-ecological systems dan sustainable fisheries management. Dalam presentasinya yang berjudul “Peran Masyarakat Lokal dalam Konservasi Laut: Studi Kasus Kawasan Perlindungan Laut Komunitas di Indonesia,” Prof. Siti membahas pentingnya melibatkan komunitas pesisir sebagai aktor utama dalam upaya konservasi.
Selain itu, seminar juga menghadirkan Dr. Thamsanqa Dlamini dari Universitas Cape Town, Afrika Selatan, yang membagikan pengalaman konservasi laut di wilayah global. Beliau memberikan perspektif internasional tentang tantangan dan peluang dalam pengelolaan laut yang berkelanjutan di negara-negara berkembang.
Sesi berikutnya terbagi menjadi beberapa workshop paralel yang mencakup topik-topik spesifik seperti “Mariculture dan Akuakultur Berkelanjutan,” “Manajemen Limbah Laut dan Plastik,” “Kebijakan dan Hukum Maritim,” serta “Inovasi Teknologi Kelautan.” Setiap workshop dipandu oleh praktisi dan akademisi berpengalaman yang siap memberikan insights mendalam tentang setiap topik.
Perspektif Pimpinan Universitas
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Suryadi, M.Sc., menekankan komitmen institusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan kelautan. “Universitas Muhammadiyah Kendari percaya bahwa pendidikan tinggi harus menjadi jembatan antara teori dan praktik nyata. Melalui seminar internasional seperti ini, kami ingin memastikan bahwa lulusan Fakultas Ilmu Kelautan kami tidak hanya memahami konsep, tetapi juga siap menghadapi tantangan nyata dalam konservasi dan pemanfaatan sumber daya laut secara bertanggung jawab,” ujar Prof. Suryadi di depan ratusan peserta.
Lebih lanjut, Prof. Suryadi menambahkan, “Kendari sebagai gerbang Sulawesi Tenggara memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat studi kelautan di kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan pemerintah daerah, dunia industri, dan tentu saja kolaborasi dengan universitas-universitas terkemuka di tingkat nasional dan internasional, kami yakin dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian laut Indonesia.”
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kelautan, Dr. Andi Hasanuddin, S.Pi., M.Si., menjelaskan roadmap pengembangan fakultas dalam lima tahun ke depan. “Kami menargetkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah internasional, memperkuat kolaborasi dengan universitas partner di luar negeri, dan membuka program studi baru yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri maritim. Seminar internasional ini adalah bagian integral dari strategi positioning Fakultas Ilmu Kelautan sebagai pusat excellence dalam penelitian dan pendidikan kelautan,” jelasnya.
Dr. Andi juga mengungkapkan bahwa seminar ini merupakan hasil dari kerja keras tim akademik dan administratif selama berbulan-bulan. “Dari perencanaan, koordinasi dengan pembicara internasional, hingga logistik acara, semuanya dirancang dengan detail untuk memastikan pengalaman belajar yang optimal bagi peserta. Kami bangga dapat menghadirkan para ahli terkemuka dari berbagai belahan dunia ke Kendari,” tambahnya dengan antusias.
Partisipasi Mahasiswa dan Komunitas Akademik
Salah satu aspek menarik dari seminar ini adalah partisipasi aktif mahasiswa. Lebih dari 300 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari, terutama dari Fakultas Ilmu Kelautan, menghadiri seminar ini. Mereka berkesempatan untuk tidak hanya mendengarkan presentasi dari para ahli, tetapi juga berinteraksi langsung dalam sesi tanya jawab dan workshop.
Maharani Putri, mahasiswa semester 6 Program Studi Biologi Laut, mengungkapkan kesan mengikuti acara ini. “Saya sangat terkesan dengan presentasi Dr. Bambang Setiawan tentang penggunaan drone laut untuk monitoring terumbu karang. Ini membuka mata saya tentang aplikasi teknologi modern dalam konservasi. Saya jadi terdorong untuk fokus pada topik ini untuk skripsi saya,” kata Maharani antusias.
Sementara itu, Reza Kusuma, mahasiswa semester 8 Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, memanfaatkan kesempatan untuk networking. “Saya sudah bertemu dengan beberapa peneliti dari luar negeri. Mereka tertarik dengan penelitian tentang pengelolaan terumbu karang komunitas di Teluk Kendari yang saya lakukan. Siapa tahu ada kolaborasi riset di masa depan,” ungkap Reza penuh harapan.
Dampak dan Relevansi terhadap Pengembangan Keilmuan
Penyelenggaraan seminar internasional ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan ilmu kelautan di Universitas Muhammadiyah Kendari dan Sulawesi Tenggara secara umum. Beberapa dampak yang diperkirakan antara lain adalah:
Pertama, peningkatan awareness dan literasi masyarakat tentang pentingnya konservasi laut. Melalui diskusi dan sharing knowledge dari para ahli, diharapkan dapat mengubah perspektif dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan laut yang lebih sustainable.
Kedua, terbukanya peluang kolaborasi riset internasional. Para pembicara dari berbagai negara membuka dialog untuk potensi kerjasama dalam penelitian dan pengembangan teknologi kelautan. Ini dapat memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam jaringan akademik internasional.
Ketiga, inspirasi bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan mendalami bidang kelautan. Kesempatan bertemu dengan para profesional dan akademisi terkemuka dapat membuka wawasan karir yang lebih luas bagi generasi muda.
Keempat, informasi berharga bagi pembuat kebijakan di tingkat lokal dan nasional mengenai best practice dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya laut. Seminar ini dapat menjadi dasar bagi pengambilan keputusan yang lebih informed dan evidence-based.
Integrasi dengan Program Kampus Lainnya
Acara seminar internasional ini juga diintegrasikan dengan program-program kampus lainnya. Selama berlangsungnya seminar, mahasiswa dapat mengikuti program mentoring dengan para pembicara dalam sesi khusus yang dijadwalkan. Selain itu, ada pula pameran poster penelitian mahasiswa di area kampus yang menampilkan karya-karya terbaik dari mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan fakultas lainnya.
Perpustakaan kampus juga menyediakan akses khusus ke database jurnal internasional dan publikasi para pembicara, memudahkan mahasiswa untuk menelusuri literatur terkini dalam bidang konservasi laut. Ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kultur riset dan academic excellence.
Penutup
Seminar Internasional “Strategi Konservasi Ekosistem Laut dan Pembangunan Berkelanjutan di Era Modern” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 ini merupakan bukti nyata komitmen institusi dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian kelautan berkualitas tinggi. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka dari berbagai belahan dunia, seminar ini menciptakan platform dialog yang konstruktif tentang tantangan dan solusi dalam pengelolaan laut yang berkelanjutan.
Bagi mahasiswa, acara ini memberikan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan para ahli dan memperluas jaringan akademik. Bagi institusi, seminar ini memperkuat positioning sebagai pusat pembelajaran dan riset kelautan yang kredibel. Sementara bagi masyarakat luas, seminar ini meningkatkan kesadaran tentang urgensi konservasi laut dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Ke depannya, diharapkan seminar internasional ini dapat menjadi agenda tahunan yang rutin diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Kendari, semakin memperkuat peran institusi dalam kontribusi terhadap pengembangan ilmu kelautan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan sinergi antara akademik, industri, pemerintah, dan komunitas, visi mewujudkan pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan bukanlah mimpi lagi, tetapi realitas yang dapat diwujudkan untuk generasi mendatang.
—
Laporan dari Kendari, Sulawesi Tenggara